Profil Desa

Admin Desa 29 Juli 2013 16:46:44 WIB

 

SELAYANG  PANDANG

DESA BANGUNJIWO

KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN  BANTUL

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Desa Bangunjiwo merupakan salah  satu dari empat desa yang terletak di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Jarak desa ini lebih kurang 4 km dari ibukota Kecamatan Kasihan , dan sekitar 8 km dari ibukota Kabupaten Bantul. Sekilas tentang  Desa Bangunjiwo, dengan visi BANGUNJIWO YANG MAJU DALAM BINGKAI NILAI NILAI TRADISI YANG KUAT kami sajikan dalam  paparan berikut ini :

       A.   DATA MONOGRAFI DESA

  • Luas                                  :  1.543,4320 ha
  • Pedukuhan                         :  19
  • R T                                    :  144
  • Jumlah jiwa                         :  27.667 Jiwa
  • Jumlah  KK                          :  9.081 KK

             Struktur Pemerintahan desa :

  • Carik                                       :  1 
  • Kabag                                     :  5
  • KaUr Tata Usaha                  :  1
  • Staf                                         :  9
  • Dukuh                                     :  19
  • Jumlah RT                              :  141
  • Anggota  BPD                       :  11

       B.   PENDIDIKAN

  • Jumlah  TK dan PAUD           : 12
  • Jumlah  SD                               :  10
  • Jumlah  SMP                            :  2  ( SMP  N Bangunjiwo  dan MTS MUH Kasihan)
  • Jumlah SMK                             :  1  ( SMK Muhammadiyah Bangunjiwo (Jrsan Otomotif)
  • Jumlah  SLB                             :  1  ( SLB  Adi Jiwa )
  • Jumlah  PKBM                         :  1
  • Perpustakaan  Desa             :  1
  • Sekolah  tinggi                        :  STEI HAMFARA    {berdiri tahun  2008)

       C.    KESEHATAN

  • Puskesmas                         :  1  ( Puskesmas  Kasihan  I  ,  rawat inap 24 jam )
  • Posyandu Balita                :  29      
  • Posyandu Lansia               :  17 
  • PPKBD ( KB )                     :  22
  • Sub PPKBD                         : 141
  • Kader Jumantik                 : 142 (Pelaksanaan tiap 2 minggu sekali)
  • Motivator KP Ibu               : 58   (Pertemuan setiap 2 bulan sekali)
  • Team Penanggulangan  Gizi Buruk  : Pemberian PMT tiap tgl 1 dan 15

       D.    KEAGAMAAN

  • Jumlah mesjid                 :  54
  • Mushola                             :  50       
  • Jumlah gereja                  :  1
  • Jumlah pura                      :   -
  • Tahlil / dzikir                     : tiap malem Jumat dimasing-masing pedukuhan
  • Tahlil/dzikir oleh Pamong Desa beserta Lembaga Desa & BPD tiap malam jumat pahing

      E.    SENI / BUDAYA

  • Disetiap pedukuhan terdapat kelompok kesenian tradisional yang hidup dan berkembang ,yang semua itu menjadi bagian dari proses pembangunan yang ada , antara lain :
  • Ketoprak , wayang, dadhungawuk, jathilan, selawatan (hamasba), karawitan, langenmondro wanoro, ande-ande lumut, mocopat  dll.

        F.     INDUSTRI  DAN  KERAJINAN

  • Beberapa sentra industri kerajinan yang mempunyai potensi pengembangan  ekonomi  :
  • Sentra kerajinan          : Kasongan , Jipangan          ( bambu ), Krengseng ( pisau ) , tanaman hias        ( Kalangan ), Gendeng  ( Kulit / wayang  ) , Bunga imitasi (petung )                    Kenalan ( Pigura )  Lemahdadi  (  patung batu ).
  • Produk makanan ( olahan pangan )       : Bakpia , ceriping pisang, emping mlinjo, kue-kue kering/basah dll

        G.    PERTANIAN

  • Luas  sawah                        :  171, 62   ha
  • Luas  tegalan                      :  343, 13  ha
  • Perkebunan                        :  187 , 00  ha      
  • Program yg ada                 :  GNRHL ( 100 Ha ) , Jarak Pagar ( 30 Ha ),  PMI , Demapan (Desa Mandiri Pangan)

        H.    LEMBAGA PEMBERDAYAAN  MASYARAKAT (  LPM ) 

  • Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD)
  • Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga  (PKK)
  • Rukun  Tetangga  (  RT )
  • Karang Taruna  ”AKRAB” ( KT )
  • Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan )
  • Ikatan Keluarga Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat ( IKTKSM )
  • Paguyuban Kaum Rois
  • Badan Keswadayaan Masyarakat  ( BKM )
  • Pembantu Pelaksana Keluarga Berencana Desa  (  PPKBD  )
  • Team Penanggulangan Balita Gizi Buruk
  • Gerakan Sayang  Ibu  (  GSI  )
  • Gerakan Remaja Sayang Ibu  ( GEMAS )
  • Dewan  Mesjid  Indonesia  (  DMI  )
  • Forum Kemitraan Polisi Masyarakat ( FKPM )

        I.     KEGIATAN  PEMBANGUNAN YG TELAH DILAKSANAKAN

  • Kelengkapan sarana kantor  :   Komputerisasi  tiap   Kepala   Bagian dan Carik
  • Optimalisasi peran lembaga desa            
  • Pertanahan LMPDP / Pensertifikatan tanah Massal (  tahun 2005  ada 4420 dan tahun 2006   ada 5.011 )  bidang tanah, sehingga bidang tanah yang tersetifikat ada 85 %               
  • Gelar Budaya Bangunjiwo : Kirab keblat papat limo pancer dalam peringatan hari jadi desa Bangunjiwo, optimalisasi peran Cagar Budaya Desa Bangunjiwo
  • Rembuk tani ( AGENDA RUTIN MINIMAL SETAHUN SEKALI )
  • Sarasehan pendidikan  ( santunan  guru  TK dari APBDes ) + Perpustakaan
  • Syarat untuk Mahasiswa KKN  tinggalkan buku untuk perpustakaan dan pohon   penghijauan dilokasi KKN
  • Optimalisasi gerakan  Wajib  Belajar ( Wajar ) 9 Tahun
  • Bantuan program penumbuhan KUBE FM (Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin) sebanyak 45 kelompok pada tahun 2010 yang sebagian besar untuk pengembangan ternak sapi dan kambing.
  • Pedampingan bagi kelompok KUBE FM , sehingga  menghasilkan 5 kelompok KUBE berprestasi yang mendapat bantuan pengembangan kelompok masing – masing Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) tiap kelompok pada tahun 2012.
  • Pengaspalan jalan sepanjang ±1.500 m secara gotong royong warga masyarakat bersama TNI melalui program TMMD Sengkuyung Tahun 2012

         J.    CATATAN  PRESTASI

  • JUARA  II  LOMBA  KETAHANAN  PANGAN  PROPINSI DIY
  • JUARA  LOMBA  GERAKAN SAYANG IBU  ( GSI ) , TINGKAT NASIONAL
  • JUARA LOMBA KARANG TARUNA  TK DIY TAHUN 2007
  • JUARA  I  PERLOMBAAN DESA  TINGKAT KABUPATEN  BANTUL TAHUN 2007
  • JUARA  I  LOMBA  POS  KAMLING  KABUPATEN  BANTUL
  • JUARA  I  LOMBA  PKK  DALAM RANGKA  HKN TINGKAT  KABUPATEN BANTUL
  • JUARA  I  LOMBA  UP2K – PKK  KABUPATEN  BANTUL TAHUN 2007
  • JUARA   I   PERLOMBAAN DESA  TINGKAT  PROPINSI  DIY  TAHUN  2007
  • MENERIMA KUNJUNGAN STUDY BANDING  PEMDA / DESA DARI   :
    • Kalimantan , Sulawesi
    • Jawa Barat
    • Sumatera
    • Bali  dan   Nusatenggara
    • SMK 6 Surabaya sudah berjalan 3 kali

         K.    PRIORITAS KEGIATAN

          Penyempurnaan system administrasi pemerintahan desa dengan JARINGAN ANTAR RUANG /  L A N (  Local Area Network  )

 

  1. Penataan kawasan sentra kerajinan sebagai kawasan wisata kerajinan dengan konsepsi  KAWASAN KAJIGELEM :

 

              KA      -  KASONGAN        : SENTRA GERABAH

 

              JI        -  JIPANGAN         : SENTRA  KERAJINAN BAMBU

 

              GE      -  GENDENG             : SENTRA  TATAH SUNGGING KULIT LEMBU  

 

              LEM   - LEMAHDADI         : SENTRA  PATUNG BATU

 

  • Keempat sentra tersebut merupakan kawasan sentra kerajinan yang telah melakukan kegiatan usaha dengan skala eksport ( Eropa , Amerika, Australia, TimTeng )
  • Dengan penataan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan bagi pengrajin serta ada efek  positip bagi daerah sekitarnya.
    • Pelaksanaan  program penanaman jati bekerjasama dengan pihak swasta (Jati Unggul Nasional) pada tahun 2010
    • Pemberdayaan petani melalui Gapoktan , baik lahan basah / sawah maupun lahan kering ( pekarangan ) dengan tanaman buah rambutan serta pemberdayaan petani peternak dalam upaya menuju DESA AGROPOLITAN
    • Optimalisasi peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM).
    • Menjalin  kemitraan dan kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi dan Dinas Instansi serta Lembaga Independen dalam upaya pemanfaatan potensi desa  dan peningkatan sumber daya manusia.
    • Rekonsiliasi dengan format budaya , dalam rangka memperkokoh persatuan , kesatuan dan paseduluran sebagai upaya meraih cita – cita , yaitu terwujudnya tatanan masyarakat yang adil , makmur , sejahtera , aman dan damai
    • Optimalisasi peran lembaga keagamaan, dalam rangka terwujudnya perilaku agamis  sebagai landasan pijak bagi rangkaian kegiatan desa.
    • Fasilitasi Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan.
    • Pelaksanaan program DESA SEBAGAI BASIS BUDAYA  :
  1. pembentukan lembaga budaya desa
  2. identifikasi potensi budaya lokal
  3. fasilitasi pengembangan dan pelestarian budaya local desa
  4. pentas rutin kesenian lokal di pendopo balai desa Bangunjiwo

(ketoprak, wayang, mocopat, salawatan, langenmondrowanoro, ande-ande lumut , hadroh, dadungawuk dll )

 

 

BAB II
PROGRAM PEMBERDAYAAN KAWASAN  “KAJIGELEM”

 

A. KASONGAN

Kasongan merupakan suatu sentra industri kerajinan gerabah/keramik yang saat ini sudah merupakan asset daerah , dengan pangsa pasar telah merambah pasar eksport. Kasongan merupakan desa wisata , bukan saja dikunjungi oleh wisatawan domestik ,tetapi juga wisatawan manca negara. Sebagai kawasan wisata kerajinan tentu saja membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai bagi kepentingan pengembangan kawasan tersebut

  • Permasalahan yang ada di kasongan saat ini adalah :
  • Jalan lingkungan sebagian telah rusak ,  perlu upaya perbaikan dengan pengaspalan baru, sehingga dapat dimasuki oleh para pengunjung sampai di dalam ,yang pada akhirnya dapat meratakan omset penjualan bagi pengrajin baik dipinggir jalan maupun yang ada di dalam kawasan Kasongan.
  • Permodalan bagi para pengrajin belum mencukupi , harapannya dapat disalurkan melalui koperasi yang telah terbentuk
  • Pengembangan desain dan manajerial bagi para pengrajin dalam upaya peningkatan kesejahteraan mereka

B. JIPANGAN

  • Jipangan merupakan suatu kawasan sentra kerajinan berbahan bambu ( kipas , hiasan bambu,  dll ), yang telah dijadikan mata pencaharian utama bagi semua warga yang tinggal di pedukuhan Jipangan. Dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kerajinan bamboo di Jipangan , pihak pemerintah Desa Bangunjiwo telah melakukan upaya dengan pelatihan bagi pengrajin serta membuka akses kerja sama dengan Universitas Gajah Mada Yogyakarta  dalam hal  pelatihan , permodalan ,peralatan dan akses pasar

Tetapi sampai saat ini masih terkendala dalam hal :

  • Akses jalan menuju sentra kerajinan bambu Jipangan masih sangat jelek ( rusak ) sehingga menghambat ketertarikan pengunjung untuk datang ke wilayah Jipangan
  • Lingkungan kampung belum tertata ,termasuk jalan lingkungannya belum baik sehingga kesan indah dan rapi sebagai prasarat belum terpenuhi
  • Peralatan belum lengkap sehingga untuk memenuhi tuntutan pemesanan parte besar menjadi kendala , khususnya alat pengering bambu
  • Kualitas Pengrajin yang masih terbatas , sehingga belum mampu melakukan inovasi desain. Untuk itu perlu adanya pelatihan bagi peningkatan kemampuan pengrajin.
  • Permodalan masih sangat terbatas , sehingga perlu support modal dengan bunga lunak untuk para pengrajin

C.   GENDENG

Pedukuhan Gendeng merupakan sentra pengrajin seni tatah sungging kulit ( wayang ) yang kualitasnya telah teruji, bahkan untuk skala D I Y , kualitas tatah sungging kulit Gendeng merupakan yang terbaik/teratas. Dengan adanya krisis moneter beberapa waktu lalu ternyata sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan pengrajin tatah sungging kalit di Gendeng. Untuk itu perlu kiranya pemerintah segera turun tangan mengurai permasalahan yang ada untuk diselesai

Adapun permasalahan yang ada di sentra kerajinan tatah sungging kulit Gendeng :

  1. Kurangnya Promosi , sehingga keberadaan sentra tatah sungging kulit Gendeng terabaikan , termasuk tidak adanya papan nama , papan penunjuk lokasi dll
  2. Pangsa Pasar yang terbatas , sehingga perlu adanya event event khusus / perlakuan khusus atas pasar , serta mengikutkan pameran pada skala nasional bagi para pengrajin
  3. Harga hasil produk yang tinggi sesuai dengan kualitasnya , menyebabkan kebutuhan modal juga besar , sehingga menjadi kendala tersendiri bagi pengrajin
  4. Inovasi produk terbatas , sehingga perlu pelatihan bagi pengrajin untuk mengembangkan produk baru.

D.  LEMAHDADI

Lemahdadi merupakan sentra industri kerajinan patung batu ( pahat dan cetak ) dengan skala pasar telah menjangkau pasar eksport. Dalam satu bulan rata – rata mampu mengeksport 8 sampai 9 kontainer kepasar luar negeri ( Eropa , Australia , Amerika , Timteng )

Kendala yang dihadapi para pengrajin patung batu Lemahdadi adalah :

  • Jalan masuk menuju sentra kerajinan tidak baik / rusak , terlebih jembatan sebelum masuk sentra kerajinan kurang lebar / kuat dan jalan menikung tajam , sehingga kontiner besar tidak bisa masuk sentra kerajinan, yang pada akhirnya ketika akan kirim produk dalam skala besar ( kontiner ) harus tambah biaya , karena jarak angkut dari sentra ke parkir kontiner lebih kurang 1 km
  • Kualitas dan inovasi produk juga harus ditingkatkan dengan adanya pelatihan

Permodalan yang masih terbatas, sehingga perlu adanya pinjaman modal bunga lunak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Persyaratan Administrasi Desa

Jadwal Samsat Keliling

APBDesa Bangunjiwo

AUDIO GAMELAN

Lokasi Bangunjiwo

tampilkan dalam peta lebih besar